Koordinasi Disdukcapil dan BPS Terkait SP2020

  • BY IRNI
  • ON 25 JULI 2019
  • 119 DIBACA
  • BERITA
https://disdukcapil.pontianakkota.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_8556904188_WhatsApp_Image_2019.07.24_at_16.15.07.jpeg

Pontianak (25/07/2019). Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat Nomor 470/1798/Dukcapil-D tanggal 21 Juni 2019 perihal Dukungan kegiatan Pemetaan dan Persiapan Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, di mana Sensus Penduduk (SP2020) yang akan menggunakan Metode Kombinasi (Combined Methode), yaitu BPS akan memanfaatkan registrasi penduduk dari Ditjen DUKCAPIL Kementerian Dalam Negeri RI, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak langsung melakukan koordinasi terkait masalah tersebut bersama dengan BPS dan Bagian Pemerintahan Setda Kota Pontianak.

Hadir pada pertemuan kali ini adalah Drs. Hermundi Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak, Yopie Indra Pribadi, S.Kom, M.Eng Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data, Suminar Kristiani, SE, ME  Kepala BPS Kota Pontianak dan Nur Radliyanti Kasubbag pada Bagian Pemerintahan Setda Kota Pontianak. Bersama-sama, masing-masing pihak yang terkait membahas bagaimana alur SP2020 dan kontribusi Dinas Dukcapil dalam hal pemanfaatan data kependudukan.

“Banyak hal dan inovasi baru dan sangat berbeda dari Sensus Penduduk 2020 ini dibandingkan dengan Sensus Penduduk pada tahun-tahun sebelumnya”, ungkap Suminar.

Jika pada tahun 2010, seluruh kegiatan sensus penduduk dilakukan dengan cara konvensional, yang mana para survior mendatangi satu per satu rumah penduduk berdasarkan pemetaan. Sensus Penduduk pada tahun 2020 akan dilakukan dengan 3 Combined Methode yaitu PAPI (Pen and Paper Interviewing), CAPI (Computer Assisted Personal Inverviewing), dan CAWI (Computer Assisted Web Interviewing). Dengan penggunaan tiga metode ini, BPS mengharapkan seluruh penduduk Indonesia dapat terpetakan secara menyeluruh.

“Kendala kita di lapangan adalah, banyak warga yang enggan untuk memberikan informasi pribadinya saat dilakukan sensus, dengan adanya metode CAWI masyarakat dapat melakukan survey untuk dirinya sendiri pada website SP2020”, lanjut Suminar.

Kedepannya, BPS Kota Pontianak akan mengadakan pertemuan lanjutan bersama Pemerintah Kota Pontianak, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Dukcapil, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Kelurahan dan Kecamatan untuk membahas hal teknis seperti penggunaan data kependudukan untuk SP2020.

“Menurut Survey,  pengguna internet di Kota Pontianak adalah sebesar 54%. Dengan jumlah pengguna internet yang begitu besar, dan metode self survey yang BPS kembangkan, saya yakin SP2020 di Kota Pontianak dapat berjalan dengan sukses” tutup Suminar. (ir)

Tags Terkait

Disdukcapil Kota Pontianak