Dukcapil Dorong Gunakan Card Reader KTP-el Hingga ke Layanan Mikro

  • BY IRNI
  • ON 07 AGUSTUS 2019
  • 67 DIBACA
  • BERITA
https://disdukcapil.pontianakkota.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_966293256_ZUDAN_FAVE_HOTEL.jpg

Jakarta - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mendorong agar card reader KTP-el dapat diproduksi massal serta digunakan oleh berbagai lembaga dan ragam layanan.

Hal itu ia anjurkan guna menggenjot penggunaan card reader KTP-el hingga ke unit-unit layanan publik mikro, khususnya unit yang ada di daerah.

"Mudah-mudahan setelah diproduksi masal, card reader ini dapat didapatkan dengan mudah dan murah sehingga operasionalnya dapat dimanfaatkan hingga unit-unit (layanan publik) terkecil," kata Zudan kala memimpin Focus Group Discussion (FGD) Key Management System (KMS) KTP-el Masa Kini Dan Masa Yang Akan Datang di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Zudan berharap koordinasi jajarannya beserta seluruh lembaga produsen card reader KTP-el dapat berbuah manis, sehingga menghasilkan paradigma keseiringan KTP-el dan card reader untuk perbaikan layanan publik.

Sejalan dengan harapannya itu, Zudan bahkan membuat analogi indah antara KTP-el dan card readernya. Ia bertutur relasi fungsional KTP-el dengan card readernya seperti suami dan istri, atau seperti sepatu kiri dan sepatu kanan.

"Kita sosialisasikan ini sehingga muncul konsep bahwa KTP-el dan card reader itu seperti suami istri, atau seperti sepatu kanan dan sepatu kiri. Tidak pernah ada yang menjual sepatu kanan tanpa sepatu kiri, atau sebaliknya," tuturnya.

Hal itu perlu untuk disosialisasikan, lanjut Zudan, sebab saat ini Ditjen Dukcapil Kemendagri tengah berada di era pemanfaatan data kependudukan.

"Ini kami dorong agar dapat memanfaatkan data kependudukan, mengingat pemanfaatan berbasis hak akses data begitu kompleks bila dilakukan oleh unit pelayanan publik mikro," jelasnya.

Sekadar informasi, saat ini terdapat kurang lebih 37 ribu unit card reader KTP-el. Sebanyak 5 ribu di antaranya non aktif, sehingga hanya menyisakan 32 ribu unit yang aktif.

"Nah ini perlu kita dorong. Bayangkan, satu instansi bank saja beserta unit cabangnya, bisa sampai ratusan (card reader)," kata Zudan Arif Fakrulloh. (/ir)

 

sumber : http://dukcapil.kemendagri.go.id/2018206-dukcapil-dorong-gunakan-card-reader-ktpel-hingga-ke-layanan-mikro

Tags Terkait

Disdukcapil